Berapa Saja Gajimu, Bisa Beli Rumah dengan KPR

Ilustrasi: Keluarga Beli Rumah Dengan KPR

Kita yang belum pernah memiliki rumah sendiri biasanya memiliki keraguan dalam mengajukan KPR. Hal ini wajar saja karena kita belum cukup akrab dengan proses pengajuan kredit, baik KPR atau kredit lainnya dan selalu merasa gaji masih pas-pasan. 

Terlepas dari gaji yang masih pas-pasan, gaji cukup atau tidak cukup untuk membeli rumah, Anda wajib memiliki wawasan terkait KPR. Kenyataannya Indonesia memiliki beragam jenis KPR, bahkan bagi Anda yang memiliki gaji di bawah 7 juta per-bulan, masih bisa lho mengajukan KPR. Memiliki rumah bukan lagi hanya impian! Untuk itu kami menyajikan artikel ini agar Anda memahami jenis-jenis KPR dan menemukan jenis KPR yang paling cocok untuk Anda.

1. KPR subsidi

Pemerintah memberikan KPR subsidi yang memberikan bantuan dan/atau kemudahan perolehan rumah dari pemerintah. Kemudahan itu berupa dana murah jangka panjang dan subsidi perolehan rumah yang diterbitkan oleh bank pelaksana, baik secara konvensional maupun dengan prinsip syariah. Jenis KPR yang satu ini diberikan kepada masyarakat dengan penghasilan rendah.

Keuntungan dari KPR bersubsidi adalah Anda bisa mendapatkan keringanan berupa pengurangan suku bunga kredit atau uang muka. Kendati demikian, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi jika hendak mengajukan KPR bersubsidi. Salah satu syaratnya adalah gaji tidak boleh lebih dari Rp7 Juta atau tergantung dengan masing-masing kebijakan dari pihak bank. Jika Anda memilih jenis KPR ini, uang muka yang harus dibayarkan kurang lebih 1% saja. Sementara untuk suku bunga per-tahunnya adalah 5%. 

Tiga jenis KPR bersubsidi, yaitu:

  • FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) 

Tujuan digulirkannya program FLPP guna meningkatkan daya beli masyarakat dan memberikan kesempatan yang lebih luas kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Masyarakat Berpenghasilan Menengah Bawah (MBM) untuk mendapatkan bantuan pembiayaan seperti yang kami jelaskan pada awal artikel ini

  • SSB (Subsidi Selisih Bunga) 

KPR SSB adalah Kredit Kepemilikan Rumah yang diterbitkan oleh bank pelaksana secara konvensional yang mendapat pengurangan suku bunga melalui Subsidi Bunga Kredit Perumahan. Hal ini berbeda dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang merupakan dukungan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan kepada MBR yang pengelolaannya dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Manfaat yang diterima adalah KPR dengan suku bunga 5% per-tahun (efektif atau anuitas) sepanjang masa pinjaman atau paling lama 20 tahun.

  • SBUM (Subsidi Bantuan Uang Muka) 

Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) adalah subsidi Pemerintah yang diberikan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam rangka pemenuhan sebagian/seluruh uang muka perolehan rumah. SBUM diberikan bagi MBR guna meningkatkan aksesibilitas terhadap pembiayaan perumahan dengan meringankan beban biaya uang muka (DP) pembelian rumah melalui KPR. Untuk saat ini, SBUM hanya diberikan untuk KPR rumah tapak dengan nilai sebesar Rp. 4.000.000 (Empat juta rupiah) per-unit rumah.

  1. KPR Nonsubsidi

KPR ini diperuntukan bagi Anda yang memiliki penghasilan di atas 7 juta per-bulan. KPR nonsubsidi adalah jenis KPR yang disediakan oleh pihak bank dan kebijakannya diatur oleh bank tanpa menyimpang dari undang-undang yang berlaku. Hal inilah yang menjamin legalitas rumah yang Anda cicil sehingga KPR nonsubsidi merupakan pilihan tepat untuk mengajukan kredit kepemilikan rumah.

Biasanya, syarat yang berlaku tergantung dari kebijakan masing-masing pihak bank, mulai dari jangka waktu cicilan hingga suku bunga yang harus dibayarkan. Hal ini dihitung berdasarkan harga jual rumah yang ditentukan oleh pihak developer atau pengembang. 

  1. KPR Syariah

KPR Syariah tidak berbeda jauh dengan KPR nonsubsidi, hanya saja KPR ini menggunakan hukum Islam. Produk ini disediakan oleh bank Syariah dan tidak menggunakan sistem suku bunga. Sebagai gantinya bank Syariah menggunakan sistem bagi hasil atau nisbah. Salah satu keuntungan KPR syariah adalah cicilannya yang tetap dan tidak berubah hingga masa berakhirnya KPR.

Akad jual beli yang dilakukan KPR Syariah disebut murabahah yaitu perjanjian jual-beli antara bank dengan nasabah. Bank syariah akan membeli rumah yang diinginkan oleh nasabah kemudian menjualnya kepada nasabah yang bersangkutan (bank bertindak sebagai pemilik rumah). Rumah dijual sebesar harga perolehan ditambah dengan margin atau keuntungan yang disepakati antara bank dan nasabah dengan cara mencicil

Dengan berbagai jenis KPR ini, seharusnya Anda tak perlu bimbang lagi membeli rumah meskipun dana belum mencukupi. Anda tinggal memilih jenis KPR yang paling sesuai dengan kondisi keuangan Anda. Anda juga dapat menyimak Perhatikan Hal Ini Saat Mengajukan KPR

Syarat Kelengkapan Dokumen dalam Mengajukan KPR

Nah, sekarang wawasan Anda terkait KPR sudah bertambah, lakukan simulasi cicilan, tentukan KPR yang akan Anda gunakan dan persiapkan persyaratan pengajuan KPR. Dalam mengajukan KPR, setidaknya Anda harus lolos BI Checking yang artinya Anda tidak memiliki kredit macet. Ada pun syarat dokumen yang harus Anda penuhi, antara lain;

  • Fotokopi identitas diri dan pasangan (KTP/SIM dan sebagainya)
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Fotokopi surat nikah (jika sudah menikah)
  • Fotokopi rekening koran 3 bulan terakhir
  • Fotokopi NPWP 
  • Slip gaji bagi karyawan atau laporan keuangan bagi wirausahawan
  • Surat keterangan kerja bagi pegawai dan keterangan usaha bagi wirausahawan

Lihat ini agar KPR mu cepat disetujui:

Jika dokumen sudah Anda lengkapi, maka Anda bisa melakukan langkah selanjutnya, yaitu memilih developer yang menawarkan rumah terbaik untuk Anda. Anda dapat memulainya dari sunrise property. Apa yang dimaksud dengan sunrise property? Sunrise property adalah kawasan properti yang akan berkembang dalam lima tahun ke depan. Istilah ini cukup sering digunakan pada industri properti. 

Berbekal konsep sunrise property, mari kita mulai dari kawasan  Serpong. Kawasan ini memiliki akses transportasi yang baik dan lingkungan yang asri serta dikelilingi fasilitas umum terbaik. Atas kelebihan inilah, harga rumah di kawasan ini diprediksi akan terus naik dalam beberapa waktu ke depan. Salah satu perumahan yang berdiri kawasan sunrise property ini adalah Paradise Serpong City. Sebagai kota mandiri, perumahan ini memiliki fasilitas lengkap, bahkan saat ini telah berdiri Paradise Walk yang akan beroperasi sebentar lagi, sebuah mall yang terintegrasi dengan perumahan Paradise Serpong City. Nah, kebayangkan, nilai investasi yang berkembang dalam lima tahun ke depan. Cek disini apa saja: Pemicu Pertumbuhan Properti di Indonesia

Video Menarik Untukmu:

BLOG VIDEO-05            BLOG VIDEO-03

 

Topics: Kredit Pemilikan Rumah


Disclaimer
Seluruh data, gambar dan tulisan yang tercantum di dalam website merupakan situasi dan kondisi pada masa persiapan. Untuk pengembangan mutu, spesifikasi dan design dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Pembangunan dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan tahapan dan perencanaan yang merupakan hak penuh dari pengembang. Seluruh ilustrasi/foto yang ditampilkan hanyalah merupakan contoh dan bukan merupakan bagian dari perjanjian jual beli.